Karakteristik Sistem Logistik Perunggasan


Rubrik: dari_kampus | 2018-11-09

Produksi daging ayam broiler telah mencapai 3 juta metrik ton pada 2016, dua kali lipat jika dibandingkan dengan produksi 10 tahun sebelumnya. "Konsumsi daging ayam telah mencapai 12 kg/kapita/tahun, dan telur telah mencapai  150 butir telur per kapita per tahun," kata Pimpinan Sierad Produce Yunus Triyonggo dalam sebuah workshop yang diselenggarakan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) di Bogor (13/4). Yunus menambahkan, untuk memasok produksi daging ayam sebanyak itu, ditopang oleh produksi pakan sebanyak 16,9 juta ton pada periode yang sama, yang juga naik 100% dibandingkan dengan produksi 10 tahun sebelumnya. 

Dalam sistem pendistribusiannya ke pabrik, agen, hingga ke ritel dan konsumen, sangat dibutuhkan adanya sistem logistik yang baik. Ia menjelaskan, logistik pada prinsipnya merupakan suatu proses yang terintegrasi dalam keseluruhan rantai perusahaan, sejak dari internal perusahaan, vendor, pelanggan, operator, dan lainnya. Logistik bertanggung jawab atas pergerakan produk dari pabrik sampai pengiriman di pelanggan. "Logistik bukan pengiriman dan penerimaan barang semata, namun juga lalu lintas dan sistem pergudangan," tandas Yunus. 5 isu utama dalam sistem logistik yakni pemindahan produk, pemindahan informasi, waktu dan layanan, biaya, dan integrasi sistem logistik

Titik kritis sistem logistik dalam industri perunggasan yakni sejak dari transportasi telur tetas tetas dari breeding ke hatchery, transportasi DOC dari hathcery ke kandang budidaya, transportasi ayam hidup dari kandang budidaya ke rumah pemotongan hewan unggas (RPHU), hingga transportasi produk hasil RPHU ke distributor, ritel dan konsumen. 

Adapun kompetensi yang dibutuhkan dalam sumber daya manusia yang bergerak di bidang logistik perunggasan yakni pengetahuan yang cukup tentang ternak unggas, pemahaman tentang karakter ayam, pengetahuan tentang prinsip kesejahteraan hewan, penguasaan tentang ketrampilan dalam menangani produk unggas selama proses pengiriman, selalu memperbaharui pengetahuan tentang teknologi, memfokuskan diri pada pelanggan, dan memahami tentang pengukuran indikator penilaian performa sistem logistik yang sedang dijalankan. Hal yang tak kalah pentingnya adalah, memiliki perencanaan dan koordinasi yang baik dalam tim kerja di lingkup sistem logistik perunggasan. Adi

sumber: Poultry Indonesia  | editor: david

Artikel Lainnya

  • Apr 05, 2019

    Revisi Grand Desain Sapi Potong

    Pemerintah bercita-cita bahwa di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dimana komoditi sapi potong akan menjadi lumbung pangan Asia di tahun yang sama. Pernyataan perencanaan ini tertuang dalam Grand Desain Pengembangan Sapi Potong dan Kerbau 2045, yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Dalam grand desaintersebut, disebutkan target-target dan asumsi-asumsi yang harus dipenuhinya. Pasalnya, jika asumsinya tidak dipenuhi maka dengan sendirinya progam tersebut tidak mungkin akan dijalankan.  ...

  • Apr 01, 2019

    Banjir Ayam Broiler

    Melimpahnya produksi ayam broiler (pedaging) menjadi salah satu indikator turunnya harga ayam broiler ditingkat peternak. ...

  • Apr 01, 2019

    Program Bekerja Menuai Hasil

    Program bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) berupa ayam 1,4 juta ekor di Kabupaten Brebes tahun 2018 telah menuai hasil. Ayam tersebut sudah bertelur sehingga masyarakat telah merasakan manfaat yakni tambahan pendapatan. ...

  • Apr 01, 2019

    Pengusaha Pembibitan Unggas Dihimbau Pangkas Produksi 10%

    Pengusaha pembibitan unggas dihimbau untuk memangkas produksi DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) sebesar 10% untuk membantu mengatrol harga panen ayam broiler. ...

  • Mar 28, 2019

    Pasar Virtual Komoditi Hasil ternak

    Di era digital saat ini, telah terjadi perubahan mekanisme pasar, yang memporak porandakan pasar konvensional. Perubahan pola transaksi tukar fisik barang menjadi uang cashyang penuh dengan resiko, kini, berubah menuju pembayarannon tunai(cashless)melalui sistem aplikasi digital. Perubahan ini, telah pula mengubah tatanan perekonomian. Konsumen dan produsen dimanjakan, pedagang antara (middle man) rantainya dipotong, sistem transaksi dimudahkan, pembayaran aman, kualitas barang terjaga, keuntungan berlipat-lipat dan banyak lagi manfaat lainnya. Konsumen maupun produsen menerima harga pangan yang terjangkau dan relatif lebih murah, jika dibandingkan dengan era sebelumnya.  ...