Manajemen Protein Hewani


Rubrik: tentang | 2018-11-08

Pengolahan produk olahan sumber protein hewani menjadi perhatian tersendiri dan pemenuhan kebutuhan protein hewani ini, agar zat-zat gizi yang terkandung didalamnya dapat optimal dimanfaatkan oleh konsumen. 

Konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia terus meningkat seiring dengan perbaikan perekonomian nasional. Permasalahan yang terjadi saat ini antara lain adalah adanya kesenjangan sosial yang tinggi antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan di Indonesia menimbulkan perbedaan angka pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia. Masyarakat perkotaan terutama di Jakarta misalnya, sudah memenuhi angka pemenuhan protein hewani dengan konsumsi 30 kg/kapita. Tetapi untuk masyarakat pedesaan masih sangat kurang dengan angka konsumsi 0,5 kg/kapita.

Hal itu dibahas dalam Seminar Nasional dengan tema ìManajemen Protein Hewaniî yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) di 
Jakarta International Expo Kemayoran, 26 September 2018 lalu. Seminar tersebut banyak membahas tentang bagaimana para akademisi bisa menyelesaikan permasalahan terkait dengan pengelolaan protein. Harapannya, dapat memberikan masukan yang nantinya membuahkan regulasi bagi pemerintah terkait dengan manajemen pengelolaan protein hewani.

Pembicara yang hadir pada seminar tersebut di antaranya yaitu Eko Sri Haryanto selaku perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebagai Keynote Speaker, Fini Murfiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Prof. Ali Agus selaku Ketua PB ISPI, Damayanti Rusli Sjarif dari Divisi Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik Universitas Indonesia, Fransisca Zakaria selaku Guru Besar Teknologi Pertanian IPB dan World Health Organization, serta Hardinsyah selaku Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia.

Ketua Umum ISPI Ali Agus menandaskan, seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk di dunia, maka pemenuhan protein hewani juga menjadi isu yang penting untuk dibahas dan perlu penanganan secara serius. ìArtinya apa, setiap orang akan selalu berusaha untuk memenuhi gizinya, baik protein hewani maupun nabati,î ujar Ali Agus.

Selain itu, ia juga menyoroti tentang penyebaran komoditas protein hewani yang masih belum merata. Pertambahan konsumsi protein hewani sudah tinggi, namun konsumsi yang tinggi tersebut hanya terjadi di perkotaan. ìKonsumsi protein hewani memang sudah tinggi, hanya saja tidak imbang. Jakarta itu sudah kurang lebih di kisaran 30 kilogram per kapita per tahun (konsumsi protein hewani), namun di daerah lain apalagi yang terpencil itu konsumsinya masih sangat rendah,î pungkas Dekan Fakultas Peternakan UGM ini.

penulis: riana | editor: david

Artikel Lainnya

  • Feb 12, 2019

    ISPI Silaturahmi dengan Direktur BRI

    Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) menjalin silaturahmi dengan Direktur Mikro dan Kecil Bank Rakyat Indonesia (BRI), Priyastomo didampingi Executive Vice President BRI, Sutadi Prayitno. ...

  • Feb 11, 2019

    PERAN, POTENSI DAN TANTANGAN PERSUSUAN INDONESIA

    Pembangunan peternakan di Indonesia sangat penting, karena peranannya yang vital dalam peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) bangsa di era global sekarang ini. Ini terkait dengan komposisi dan kualitas produk peternakan yang prima, utamanya untuk kecerdasan dan vitalitas SDM, dalam menyongsong kompetisi dengan bangsa lain. ...

  • Jan 30, 2019

    DOKAWB Solusi Penuhi Pasokan Bibit

    Pembibitan sejak dulu menjadi problematika tersendiri bagi sub sektor peternakan. Tidak hanya di ternak sapi, unggas dan doka (domba kambing) juga mengalami masalah yang sama. Ketersediaan pasokan bibit telah membuat sebagian pelaku peternakan mengalami kegusaran, karena tidak hanya pasokan melainkan juga sisi harga.  ...

  • Jan 28, 2019

    Paduan Suara Kementan RI Nyanyikan Mars ISPI

    Mars Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) berkumandang dalam sesi pembukaan acara pelantikan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) di Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI di Kawasan Ragunan Jakarta pada 23 Januari 2019 lalu. ...

  • Jan 27, 2019

    Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia siap dukung pembangunan peternakan nasional

    JAKARTA, 23 Januari 2019 – Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) periode 2018-2022 resmi dilantik Rabu (23/1). Acara pelantikan dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian RI, diantaranya Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Sugiono serta kalangan dunia peternakan lainnya. ...