Pasca pelarangan AGP dalam Industri Unggas


Rubrik: dari_kampus | 2018-11-07


Untuk menghasilkan produksi daging dan telur ayam, faktor keamanan pangan menjadi hal yang harus diperhartikan. Pasca pelarangan penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) dalam industri unggas, kondisi budidaya unggas saat ini tertantang untuk bisa meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga keamanan pangan produk hasil unggas, dengan tanpa menggunakan AGP. Hal itu dengan membawa konsekuensi ayam mudah sakit, performa menurun, dan keseragaman ayam berkurang. 

Hal itu dikemukakan oleh Joko Susilo, Pengurus Gabungan Organisasi Peternak Unggas Nusantara (GOPAN) dalam Seminar Nasional ISPI Evaluasi Pasca Pelarangan AGP di Industri Unggas di Jakarta (6/7). Untuk mengantisipasi hal itu, Joko memaparkan beberapa langkah yang perlu dilakukan, antara lain istirahat kandang yang cukup, sanitasi dan biosekuriti kandang yang terprogram dengan baik, manajemen brooding yang ketat, ventilasi udara yang baik, menjaga ketersediaan dan kualitas air untuk ayam, serta pemilihan pakan dan DOC yang berkualitas baik. "Untuk menghasilkan produksi unggas yang bagus tanpa menggunakan AGP, maka performa harus dijaga, dengan melaksanakan biosekuriti, sanitasi dan istirahat yang cukup. Kualitas pakan dan DOC menjadi pertimbangan tersendiri," tandas Joko Susilo.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Prof Dr  Ali Agus menambahakan, alternatif pengganti AGP harus segera dikembangkan yang terbaik untuk dapat mengoptimalkan performa produksi ayam. Dalam hal ini, para ahli nutrisi diharapkan dapat berpatisipasi aktif dan kreatif dalam memberikan solusi atas hal ini. Pengembangan bahan tambahan pakan yang multi manfaat dengan berbahan baku lokal, menjadi peluang dan sekaligus tantangan untuk menjadi alternatid pewngganti AGP.

Dr. Chavalit Piriyabenjawat, Technical Service Manager Evonik Singapura mengatakan, probiotik menjadi salah satu alternatif pengganti AGP yang dapat diandalkan. Probiotik didefinisikan pada tahun 2001 oleh FAO dan WHO sebagai organisme yang memberi manfaat kesehatan pada hewan. Probiotik menjadi alternatif AGP karena kini semakin banyak ahli nutrisi yang mendalami dan mengidentifikasi organisme probiotik yang menguntungkan. Kemampuannya untuk tetap bertahan dan mendapatkan peran khusus di dalam usus unggas, menjadi kelebihan tersendiri organisme ini. Selain itu, pertumbuhan bakteri patogen dapat dalam usus unggas juga dapat ditekan oleh probiotik, melalui quorum sensing, dengan menghasilkan metabolisme sekunder, asam laktat dan asam lemak rantai pendek lainnya.

Country Director Elanco Animal Health Suaedi Sunanto menandaskan, dalam hal pelarangan penggunaan AGP di industri unggas, pihak industri, para ahli nutrisi dan pakan, serta dokter hewan perlu menetapkan prosedur untuk memasukkan praktik terbaik dalam manajemen, nutrisi, vaksinasi, sanitasi, peternakan, biosekuriti dan alat-alat lain untuk mengurangi kebutuhan akan antibiotik. 

Dalam hal penggunaan alternatif AGP, enzim bisa menjadi pilihan yang tepat. Suaedi memaparkan tentang riset yang dilakukan dengan menggunakan enzim fl-mannanase pada pakan unggas untuk mengukur efeknya terhadap performa dan kekebalan unggas. Hasil riset menunjukkan, penambahan fl-mannanase meningkat secara signifikan pada berat akhir, laju pertumbuhan spesifik, serta rasio konversi pakan (FCR). Riset juga menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata terhadap asupan pakan (feed intake) dan tingkat kematian. Suplementasi fl-mannanase juga ternyata dapat meningkatkan aktivitas amilase dan tripsin di usus. Dari riset itu, dapat disimpulkan bahwa "Penambahan fl-mannanase pada pakan dapat meningkatkan pemanfaatan pakan dan kekebalan non-spesifik, sehingga menghasilkan peningkatan performa unggas yang dipelihara," kata Suaedi Sunanto. 

sumber: poultry | editor: david

Artikel Lainnya

  • Apr 05, 2019

    Revisi Grand Desain Sapi Potong

    Pemerintah bercita-cita bahwa di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dimana komoditi sapi potong akan menjadi lumbung pangan Asia di tahun yang sama. Pernyataan perencanaan ini tertuang dalam Grand Desain Pengembangan Sapi Potong dan Kerbau 2045, yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Dalam grand desaintersebut, disebutkan target-target dan asumsi-asumsi yang harus dipenuhinya. Pasalnya, jika asumsinya tidak dipenuhi maka dengan sendirinya progam tersebut tidak mungkin akan dijalankan.  ...

  • Apr 01, 2019

    Banjir Ayam Broiler

    Melimpahnya produksi ayam broiler (pedaging) menjadi salah satu indikator turunnya harga ayam broiler ditingkat peternak. ...

  • Apr 01, 2019

    Program Bekerja Menuai Hasil

    Program bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) berupa ayam 1,4 juta ekor di Kabupaten Brebes tahun 2018 telah menuai hasil. Ayam tersebut sudah bertelur sehingga masyarakat telah merasakan manfaat yakni tambahan pendapatan. ...

  • Apr 01, 2019

    Pengusaha Pembibitan Unggas Dihimbau Pangkas Produksi 10%

    Pengusaha pembibitan unggas dihimbau untuk memangkas produksi DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) sebesar 10% untuk membantu mengatrol harga panen ayam broiler. ...

  • Mar 28, 2019

    Pasar Virtual Komoditi Hasil ternak

    Di era digital saat ini, telah terjadi perubahan mekanisme pasar, yang memporak porandakan pasar konvensional. Perubahan pola transaksi tukar fisik barang menjadi uang cashyang penuh dengan resiko, kini, berubah menuju pembayarannon tunai(cashless)melalui sistem aplikasi digital. Perubahan ini, telah pula mengubah tatanan perekonomian. Konsumen dan produsen dimanjakan, pedagang antara (middle man) rantainya dipotong, sistem transaksi dimudahkan, pembayaran aman, kualitas barang terjaga, keuntungan berlipat-lipat dan banyak lagi manfaat lainnya. Konsumen maupun produsen menerima harga pangan yang terjangkau dan relatif lebih murah, jika dibandingkan dengan era sebelumnya.  ...