Dieng Culture Festival: Semangat Melestarikan Domba Batur


Rubrik: dari_kampus | 2018-11-05


Domba Batur merupakan salah satu sumberdaya genetik yang menjadi aset besar negara Indonesia, dan menjadi tugas bersama untuk menjaga dan melestarikannya, serta mengupayakan pengembangannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan Festival Domba Batur dalam rangkaian Dieng Culture Festival ñ untuk memotivasi peternak agar memelihara dan mengembangkan domba Batur.

 

ìKita harus memperjuangkan nasib peternak-peternak agar berkembang usahanya dan sejahtera,î kata I Ketut Diarmita Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian saat hadir pada acara tersebut di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah,4 Agustus 2018 lalu. Ia berharap akan ada peningkatan populasi domba Batur di akhir tahun 2018 dan ditahun-tahun berikutnya.

Ketut menambahkan, tantangan pasca panen harus menjadi perhatian juga, terutama dalam mengolah wool domba Batur agar mempunyai nilai tambah bagi peternak, sekaligus juga akan memberikan efek samping bagi pertumbuhan wisata di wilayah Dieng. ìPeluang pengembangan domba Batur sangat besar, apalagi jika kita mampu meningkatkan daya saing sehingga menjadi keunggulan kompetitif di wilayah ini,î ujarnya.

Ia katakan bahwa belum lama ini Indonesia ekspor domba sebanyak 2.100 ekor ke Malaysia. Dengan mulai terbukanya akses pasar beberapa negara, dapat menjadi peluang bagi peternak dalam meningkatkan produksi domba Batur. ìPeluang ekspor domba sangat besar khususnya di negara Timur Tengah yang mayoritas muslim untuk produk bersertifikasi halal ini karus kita manfaatkan,î ungkap I Ketut. ìTerkait pengembangan domba Garut kedepan, Kementerian Pertanian siap membantu asal sesuai dengan aturan yang ada, yaitu melalui pengajuan proposal via e-proposal,î tandasnya.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan bahwa untuk mengembangkan dan melestarikan domba Batur, pihaknya telah membangun Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), namun saat ini masih menunggu pelantikan pejabatnya. ìKegiatan festival ini kami harapkan menjadi langkah strategis dalam penyelamatan sumberdaya genetik domba Batur dan sekaligus mengangkat citra pariwisata di Kabupaten Banjarnegara khususnya di wilayah Dieng,î kata Budhi Swarwono

sumber: ditjen PKH | editor: david

Artikel Lainnya

  • Apr 05, 2019

    Revisi Grand Desain Sapi Potong

    Pemerintah bercita-cita bahwa di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dimana komoditi sapi potong akan menjadi lumbung pangan Asia di tahun yang sama. Pernyataan perencanaan ini tertuang dalam Grand Desain Pengembangan Sapi Potong dan Kerbau 2045, yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Dalam grand desaintersebut, disebutkan target-target dan asumsi-asumsi yang harus dipenuhinya. Pasalnya, jika asumsinya tidak dipenuhi maka dengan sendirinya progam tersebut tidak mungkin akan dijalankan.  ...

  • Apr 01, 2019

    Banjir Ayam Broiler

    Melimpahnya produksi ayam broiler (pedaging) menjadi salah satu indikator turunnya harga ayam broiler ditingkat peternak. ...

  • Apr 01, 2019

    Program Bekerja Menuai Hasil

    Program bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) berupa ayam 1,4 juta ekor di Kabupaten Brebes tahun 2018 telah menuai hasil. Ayam tersebut sudah bertelur sehingga masyarakat telah merasakan manfaat yakni tambahan pendapatan. ...

  • Apr 01, 2019

    Pengusaha Pembibitan Unggas Dihimbau Pangkas Produksi 10%

    Pengusaha pembibitan unggas dihimbau untuk memangkas produksi DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) sebesar 10% untuk membantu mengatrol harga panen ayam broiler. ...

  • Mar 28, 2019

    Pasar Virtual Komoditi Hasil ternak

    Di era digital saat ini, telah terjadi perubahan mekanisme pasar, yang memporak porandakan pasar konvensional. Perubahan pola transaksi tukar fisik barang menjadi uang cashyang penuh dengan resiko, kini, berubah menuju pembayarannon tunai(cashless)melalui sistem aplikasi digital. Perubahan ini, telah pula mengubah tatanan perekonomian. Konsumen dan produsen dimanjakan, pedagang antara (middle man) rantainya dipotong, sistem transaksi dimudahkan, pembayaran aman, kualitas barang terjaga, keuntungan berlipat-lipat dan banyak lagi manfaat lainnya. Konsumen maupun produsen menerima harga pangan yang terjangkau dan relatif lebih murah, jika dibandingkan dengan era sebelumnya.  ...