ISPI, Perkuat Lembaga untuk Kemajuan Peternakan


Rubrik: opini_umum | 2019-03-13

Organisasi yang kuat akan melahirkan sebuah program yang tepat. Butuh sinergi antarbidang untuk bersama-sama memajukan peternakan di Indonesia.

Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) berfungsi sebagai wadah dan bentuk kerja sama para sarjana peternakan di Indonesia yang bertujuan untuk memajukan, mengembangkan dan mengamalkan ilmunya dalam pembangunan nasional. ISPI juga berusaha untuk membantu, menggiatkan dan meningkatkan usaha masing-masing anggota dalam rangka tanggung jawab bersama dalam pembangunan nasional serta mengadakan hubungan dan kerja sama dengan badan-badan lain, baik di dalam maupun di luar negeri yang menyangkut masalah pembangunan peternakan.

Sejak berdiri 51 tahun silam, ISPI telah banyak melakukan berbagai terobosan untuk pengembangan sumber daya manusia peternakan melalui kerja sama dengan banyak lembaga. Salah satunya dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Peternakan Indonesia (LSP-PI). Kerjasama ISPI dan LSP-PI selama ini sudah terjalin dengan baik. ISPI sebagai salah satu pilar dalam berdirinya LSP-PI tentu akan terus bekerjasama dengan lebih baik sehingga dapat mendukung LSP-PI dalam membangun dan memberikan jasa sertifikasi profesi peternakan Indonesia.

Selain membangun kerja sama dengan LSP-PI, ISPI juga melakukan kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dalam proposal kerja sama tersebut, hal yang dibahas antara lain terkait skema pembiayaan dan berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam meningkatkan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya subsektor peternakan. Hal itu agar usaha peternakan di Indonesia juga terus tembuh karena seperti diketahui bersama bahwa permasalahan modal masih menjadi salah satu kendala yang paling sering dialami oleh para peternak.

ISPI juga terus melakukan terobosan dalam mengaktifkan kepengurusan cabang dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang peternakan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan kunjungan ke kampus peternakan yang tersebar di seluruh Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Berbagai kerja sama yang sudah terbentuk selama ini seperti mengirim mahasiswa untuk magang di peternakan sapi potong di Australia juga akan terus dilakukan agar sumber daya peternakan di Indonesia juga semakin baik.

Sebagai rumah besar bagi sarjana peternakan di seluruh Indonesia, tentu organisasi juga harus semakin profesional dan rapi administrasi, termasuk dari sisi keanggotaan. Oleh karena itu, saat ini Bidang IT dan Media PB ISPI sedang melakukan pendataan keanggotaan melalui skema registrasi online yang formulirnya bisa langsung diisi oleh seluruh sarjana peternakan di www.pb-ispi.org. 

Adanya bidang IT dan Media dalam kepengurusan periode sekarang, juga diharapkan bisa membantu untuk menyebarluaskan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan organisasi maupun berbagai hal peternakan melalui media sosial seperti website,facebookinstagramtwitter, dan sebagainya. Era informasi yang serba cepat menuntut organisasi untuk bisa lebih progresif dan bisa menjadi wadah bersama insan peternakan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke hanya dengan satu sentuhan di layar ponsel. Oleh karena itu, keberadaan Bidang IT dan Media di kepengurusan PB ISPI menjadi sangat penting di era informasi seperti sekarang.

ISPI juga terus mendorong semua pihak untuk bersama-sama dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Melalui Bidang Keanggotaan, Pembinaan Cabang dan Pengembangan Usaha PB ISPI, organisasi berusaha membantu sarjana peternakan yang ingin menjadi seorang pengusaha ternak dalam bidang peternakan melalui berbagai pelatihan magang baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu program yang sedang dirancang adalah mengirim fresh graduatepeternakan ke luar negeri untuk belajar kelembagaan peternakan yang ada di sana. Hal tersebut bertujuan untuk merubah pola pikir generasi muda peternakan agar menjadi entrepreneur bidang peternakan, bukan hanya bercita-cita sebatas menjadi pegawai negeri maupun swasta.

Melalui Bidang Advokasi, Hukum, dan Kajian Kebijakan, ISPI berusaha menjadi mitra sekaligus pengawal kebijakan pemerintah. ISPI senantiasa siap untuk bermusyawarah dan memberikan sumbangsih pemikiran. Namun disisi lain, ISPI juga akan tetap mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap belum tepat sasaran. Sikap berimbang tersebut semata-mata dilakukan demi kemajuan peternakan Indonesia menuju negara yang berdaulat secara pangan. Joko Susilo (Sekretaris Jenderal ISPI Periode 2018-2022).

Artikel telah pula dimuat di majalah Poultry Indonesia edisi Maret 2019

 

 

 

IT & Media ISPI

Artikel Lainnya

  • Mei 06, 2019

    Pasar Ekspor DOKA Terbuka Luas

    Kasus kematian ini menjadi catatan merah bagi Negara Australia yang terkenal perduli akan animal welfare. Dengan berhentinya Negara Australia menjadi eksportir domba kambing, menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan supplier domba kambing ke beberapa Negara. ...

  • Apr 24, 2019

    Loker PT Sumber Unggas Indonesia

    Lowongan Kerja sebagai Product Development PT Sumber Unggas Indonesia ...

  • Apr 24, 2019

    Keputusan Rapat Koordinasi Perunggasan

    Keputusan rapat koordinasi perunggasan dilaksanakan di Hotel Margocity Depok Jawa Barat pada tanggal 23 April 2019. ...

  • Apr 24, 2019

    Ekspor Domba 2018: Sebuah Catatan untuk Pemerintahan ke Depan

    Keberhasilan Jawa Timur melakukan ekspor domba ke Malaysia dengan pengiriman perdana Agustus 2018 telah membuka mata semua stakeholder di Indonesia. Bahwa potensi dan peluang dalam peternakan domba kambing (doka) di Indonesia dalam titik yang paling cerah.  ...

  • Apr 05, 2019

    Revisi Grand Desain Sapi Potong

    Pemerintah bercita-cita bahwa di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dimana komoditi sapi potong akan menjadi lumbung pangan Asia di tahun yang sama. Pernyataan perencanaan ini tertuang dalam Grand Desain Pengembangan Sapi Potong dan Kerbau 2045, yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Dalam grand desaintersebut, disebutkan target-target dan asumsi-asumsi yang harus dipenuhinya. Pasalnya, jika asumsinya tidak dipenuhi maka dengan sendirinya progam tersebut tidak mungkin akan dijalankan.  ...