Sosialisasi Profesi Insinyur Peternakan


Rubrik: berita | 2019-03-21



Bertempat di Gedung Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kamis (21/3) telah diadakan sosialisasi Program Profesi Keinsinyuran Peternakan oleh Badan Kejuruan Teknik Peternakan PII bersama Ditjen PKH.

Didiek Purwanto Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) menjelaskan bahwa, ISPI mewadahi kita semua sebagai anggotanya untuk bisa bertahan. Secara regulasi Sarjana Peternakan juga telah dibatasi kewenangannya karena aturan yang mengikat. 

“Karena memang kita belum memiliki paying hukum yang kuat dalam hal keprofesian. Saya sendiri setelah melakukan cek ijasah kelulusan kuliah ternyata tidak tertulis sebagai insinyur, melainkan Sarjana Peternakan.”

Rr. Sri Widayati, selaku Direktur Pakan Ternak Ditjen PKH, Kementerian Pertanian dalam sambutannya mengatakan, program profesi keinsinyuran sangatlah perlu untuk menghadapi tantangan kedepan. Untuk itu, kegiatan ini sangatlah penting bagi kita semua sebagai Sarjana Peternakan.

Sementara itu, Ali Agus Ketua BK Teknik Peternakan dan juga Dekan Fapet UGM, menyebutkan kalau melihat peta kualitas SDM Dunia, ini menjadi sangat tertantang bagi Negara. Karena kualifikasi SDM ini tentu ada indikatornya, salah satunya ialah keprofesionalitas. 

“Seorang yang memiliki profesi dan diakui itu memiliki hak dan kewenangan. Bedanya profesi dan bukan profesi itu dengan adanya kewenangan dan dilindungi oleh undang-undang.”

Lebih lanjut Ali Agus mengatakan, era globalisasi menuntut sebuah keahlian yang diakui sebagai kompetensi dan profesi global. Peternakan merupakan industri pangan asal ternak, berdasarkan ilmu dan teknologi yang menghasilkan konsekuensi-konsekuensi dalam penerapannya, tidak hanya kompetensi yang dibutuhkan namun tanggungjawab secara hukum atas tindakan profesi.

Produk-produk Peternakan merupakan hasil rekayasa hayati (bio-engineering). Banyak tindakan-tindakan keahlian, dan pengambilan keputusan strategis dalam bidang peternakan yang dilakukan oleh selain ahli peternakan.

Budi Guntoro menyebutkan latar belakang program keinsinyuran dilandaskan dari UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran merupakan salah satu landasan hukum pengembangan keprofesian insinyur di Indonesia. 

Undang undang ini menjadi kekuatan dalam memberikan perlindungan kepada pengguna profesi keinsinyuran dan pemanfaat keinsinyuran melalui penjaminan kompetensi dan mutu kerja Insinyur. 

Ali menambahkan, program keinsinyuran dapat ditempuh dengan 2 cara, yakni secara pembelajaran reguler atau rekognisi pembelajaran lampau. Pembelajaran reguler ialah diperuntukan para lulusan Sarjana peternakan memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun.

Sementara program rekognisi ialah bagi para lulusan sarjana peternakan yang telah memiliki pengalaman praktik keinsinyuran minimal 5 tahun.

 

 

 

IT & Media ISPI

Artikel Lainnya

  • Apr 05, 2019

    Revisi Grand Desain Sapi Potong

    Pemerintah bercita-cita bahwa di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dimana komoditi sapi potong akan menjadi lumbung pangan Asia di tahun yang sama. Pernyataan perencanaan ini tertuang dalam Grand Desain Pengembangan Sapi Potong dan Kerbau 2045, yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Dalam grand desaintersebut, disebutkan target-target dan asumsi-asumsi yang harus dipenuhinya. Pasalnya, jika asumsinya tidak dipenuhi maka dengan sendirinya progam tersebut tidak mungkin akan dijalankan.  ...

  • Apr 01, 2019

    Banjir Ayam Broiler

    Melimpahnya produksi ayam broiler (pedaging) menjadi salah satu indikator turunnya harga ayam broiler ditingkat peternak. ...

  • Apr 01, 2019

    Program Bekerja Menuai Hasil

    Program bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) berupa ayam 1,4 juta ekor di Kabupaten Brebes tahun 2018 telah menuai hasil. Ayam tersebut sudah bertelur sehingga masyarakat telah merasakan manfaat yakni tambahan pendapatan. ...

  • Apr 01, 2019

    Pengusaha Pembibitan Unggas Dihimbau Pangkas Produksi 10%

    Pengusaha pembibitan unggas dihimbau untuk memangkas produksi DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) sebesar 10% untuk membantu mengatrol harga panen ayam broiler. ...

  • Mar 28, 2019

    Pasar Virtual Komoditi Hasil ternak

    Di era digital saat ini, telah terjadi perubahan mekanisme pasar, yang memporak porandakan pasar konvensional. Perubahan pola transaksi tukar fisik barang menjadi uang cashyang penuh dengan resiko, kini, berubah menuju pembayarannon tunai(cashless)melalui sistem aplikasi digital. Perubahan ini, telah pula mengubah tatanan perekonomian. Konsumen dan produsen dimanjakan, pedagang antara (middle man) rantainya dipotong, sistem transaksi dimudahkan, pembayaran aman, kualitas barang terjaga, keuntungan berlipat-lipat dan banyak lagi manfaat lainnya. Konsumen maupun produsen menerima harga pangan yang terjangkau dan relatif lebih murah, jika dibandingkan dengan era sebelumnya.  ...