Membangun Kemitraan Berkelanjutan


Rubrik: berita | 2019-03-18



Subsektor peternakan Indonesia terus mengalami perkembangan dan gejolak, tidak hanya dari sisi suplai deman, dan harga, situasi pasar dan kemitraan juga terus berubah seiring dengan pertumbuhan penduduk sebagai konsumen.

Hal inilah yang sedang terjadi pada komoditi domba kambing, dimana cukup bergejolak dari sisi harga dan suplai karena telah memiliki pasar baru yakni pasar ekspor luar negeri.

Siti Farikah Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor turut pula memberikan saran demi keberlangsungan yang berkelanjutan akan pasar domba kambing.

Ketika ditemui di Kantor Dinasnya di Kabupaten Bogor, Senin (18/3), Siti Farikah mengatakan, sebaiknya perusahaan inti membangun sistem pembibitan yang baik untuk membantu suplai bakalan domba kambing yang akan dilepas ke pasar luar negeri.

“Saat ini, masih mengandalkan suplai dari peternak mitra di beberapa daerah, salah satunya di Garut. Hal ini tentunya mempengaruhi semua hal, mulai dari molornya waktu dalam memenuhi pasar, ukuran juga jadi tidak seragam,” ungkapnya.

Pasar Timur Tengah, lanjutnya, membutuhkan suplai ukuran 50-70 kilogram per ekor, namun karena membeli dari beberapa peternak, maka ukuran menjadi tidak seragam dan hanya bisa di ukuran 30 kg-an per ekor.

Jika ini terus berlanjut tanpa dipikirkan dengan baik, maka akan mempengaruhi kredibilitas eksportir dan Negara. Ketidak percayaan akan penjual atau eksportir oleh Negara pengimpor akan muncul, sehingga akan mempengaruhi penjualan jangka panjang nantinya. 

“Jika ekspor awalnya sudah jelek, Indonesia akan terkena dampaknya pula. Bahwa domba kambing Indonesia jelek itu akan menjadi slogan diluar sana.”

Selain itu, kata Siti, karantina hewan sementara belum ada sehingga belum diterapkan SOP dengan baik. Begitu hewan datang dari peternak mitra, bukannya dikarantina terlebih dahulu malah langsung kirim. Takutnya terjadi tingkat stress dalam perjalanan nantinya.

Sehingga yang diperlukan ialah perusahaan inti harus benar dan ada kemauan tinggi. Pasti akan menjadi baik dan berkelanjutan. Namun jika hanya kemauan tinggi saja tanpa ada hal yang baik tadi, maka tidak akan berjalan baik.

 

 

 

 

 

IT & Media ISPI

Artikel Lainnya

  • Apr 05, 2019

    Revisi Grand Desain Sapi Potong

    Pemerintah bercita-cita bahwa di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dimana komoditi sapi potong akan menjadi lumbung pangan Asia di tahun yang sama. Pernyataan perencanaan ini tertuang dalam Grand Desain Pengembangan Sapi Potong dan Kerbau 2045, yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Dalam grand desaintersebut, disebutkan target-target dan asumsi-asumsi yang harus dipenuhinya. Pasalnya, jika asumsinya tidak dipenuhi maka dengan sendirinya progam tersebut tidak mungkin akan dijalankan.  ...

  • Apr 01, 2019

    Banjir Ayam Broiler

    Melimpahnya produksi ayam broiler (pedaging) menjadi salah satu indikator turunnya harga ayam broiler ditingkat peternak. ...

  • Apr 01, 2019

    Program Bekerja Menuai Hasil

    Program bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) berupa ayam 1,4 juta ekor di Kabupaten Brebes tahun 2018 telah menuai hasil. Ayam tersebut sudah bertelur sehingga masyarakat telah merasakan manfaat yakni tambahan pendapatan. ...

  • Apr 01, 2019

    Pengusaha Pembibitan Unggas Dihimbau Pangkas Produksi 10%

    Pengusaha pembibitan unggas dihimbau untuk memangkas produksi DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) sebesar 10% untuk membantu mengatrol harga panen ayam broiler. ...

  • Mar 28, 2019

    Pasar Virtual Komoditi Hasil ternak

    Di era digital saat ini, telah terjadi perubahan mekanisme pasar, yang memporak porandakan pasar konvensional. Perubahan pola transaksi tukar fisik barang menjadi uang cashyang penuh dengan resiko, kini, berubah menuju pembayarannon tunai(cashless)melalui sistem aplikasi digital. Perubahan ini, telah pula mengubah tatanan perekonomian. Konsumen dan produsen dimanjakan, pedagang antara (middle man) rantainya dipotong, sistem transaksi dimudahkan, pembayaran aman, kualitas barang terjaga, keuntungan berlipat-lipat dan banyak lagi manfaat lainnya. Konsumen maupun produsen menerima harga pangan yang terjangkau dan relatif lebih murah, jika dibandingkan dengan era sebelumnya.  ...