Program Bekerja Menuai Hasil


Rubrik: berita | 2019-04-01



Program bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) berupa ayam 1,4 juta ekor di Kabupaten Brebes tahun 2018 telah menuai hasil. Ayam tersebut sudah bertelur sehingga masyarakat telah merasakan manfaat yakni tambahan pendapatan.

"Bantuan ayam tahun lalu di Brebes 1,4 ekor juta ekor. Saat ini 50 persen di antaranya sudah bertelur. Ini bermanfaat untuk menurunkan angka kemiskinan," demikian dikemukan Menteri Pertanian (Mentan) Mentan Amran Sulaiman pada pertemuan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementan 2019 di Jawa Tengah yang digelar di Kabupaten Brebes, Jumat (29/3).

Amran menjelaskan bantuan ayam tersebut merupakan program terobosan Kementan dalam mengentaskan kemiskinan di pedesaan dan meningkatkan gizi untuk kecerdasan generasi bangsa yang menjadi ujung tombak kemajuan Indonesia. Program ini dinamai Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Setiap rumah tangga mendapatkan bantuan ayam sebanyak 50 ekor secara gratis berikut kandang, pakan dan obat-obatan serta pendampingan selama 6 bulan atau sampai bertelur.

"Tahun ini Kementan menyalurkan bantuan ayam di seluruh Indonesia mencapai 20 juta ekor. Tidak hanya dibagikan ke masyarakat umum, tapi juga untuk pesantren atau santri tani," jelasnya.

"Dulu santri tani tidak bisa mengakses bantuan pertanian, tapi sekarang bisa. Kami rubah aturan, karena santri adalah generasi baru dan menjadi harapan kemajuan sektor pertanian di masa akan datang," pintanya.

Lebih lanjut Amran menerangkan dengan 50 ekor per rumah tangga, dipastikan penghasilan mencapai Rp 3 juta per bulan, sementara penghasilan rumah tangga dikatakan miskin jika Rp 1,4 juta per bulan. Dengan demikian, penghasilan rumah tangga menjadi Rp 4,4 juta per bulan.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat juga diberikan bantuan bibit pala, cabai, kakao, mangga, durian, dan jagung yang juga merupakan bagian dari program Bekerja.

Sumber : www.pertanian.go.id

IT & Media ISPI

Artikel Lainnya

  • Apr 05, 2019

    Revisi Grand Desain Sapi Potong

    Pemerintah bercita-cita bahwa di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dimana komoditi sapi potong akan menjadi lumbung pangan Asia di tahun yang sama. Pernyataan perencanaan ini tertuang dalam Grand Desain Pengembangan Sapi Potong dan Kerbau 2045, yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Dalam grand desaintersebut, disebutkan target-target dan asumsi-asumsi yang harus dipenuhinya. Pasalnya, jika asumsinya tidak dipenuhi maka dengan sendirinya progam tersebut tidak mungkin akan dijalankan.  ...

  • Apr 01, 2019

    Banjir Ayam Broiler

    Melimpahnya produksi ayam broiler (pedaging) menjadi salah satu indikator turunnya harga ayam broiler ditingkat peternak. ...

  • Apr 01, 2019

    Program Bekerja Menuai Hasil

    Program bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) berupa ayam 1,4 juta ekor di Kabupaten Brebes tahun 2018 telah menuai hasil. Ayam tersebut sudah bertelur sehingga masyarakat telah merasakan manfaat yakni tambahan pendapatan. ...

  • Apr 01, 2019

    Pengusaha Pembibitan Unggas Dihimbau Pangkas Produksi 10%

    Pengusaha pembibitan unggas dihimbau untuk memangkas produksi DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) sebesar 10% untuk membantu mengatrol harga panen ayam broiler. ...

  • Mar 28, 2019

    Pasar Virtual Komoditi Hasil ternak

    Di era digital saat ini, telah terjadi perubahan mekanisme pasar, yang memporak porandakan pasar konvensional. Perubahan pola transaksi tukar fisik barang menjadi uang cashyang penuh dengan resiko, kini, berubah menuju pembayarannon tunai(cashless)melalui sistem aplikasi digital. Perubahan ini, telah pula mengubah tatanan perekonomian. Konsumen dan produsen dimanjakan, pedagang antara (middle man) rantainya dipotong, sistem transaksi dimudahkan, pembayaran aman, kualitas barang terjaga, keuntungan berlipat-lipat dan banyak lagi manfaat lainnya. Konsumen maupun produsen menerima harga pangan yang terjangkau dan relatif lebih murah, jika dibandingkan dengan era sebelumnya.  ...