Pasar Ekspor DOKA Terbuka Luas


Rubrik: berita | 2019-05-06



Negara Australia yang selama ini menjadi eksportir ternak domba kambing terbesar di dunia, menghentikan ekspornya di tahun 2018 karena kasus kematian ekspor domba ke timur tengah. 

Kasus kematian ini menjadi catatan merah bagi Negara Australia yang terkenal perduli akan animal welfare. Dengan berhentinya Negara Australia menjadi eksportir domba kambing, menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan supplier domba kambing ke beberapa Negara.

PT Inkopmar Cahaya Buana (ICB) mencoba menjadi pelaku eksportir domba kambing, dan pada tahun 2018 telah dimulainya ekspor ke Negara Malaysia dan Brunei Darussalam.

Ditengah geliat pasar ekspor domba kambing, ternyata menyisakan berbagai masalah ditingkat peternak domba kambing dalam negeri. Salah satu masalah yakni jumlah pasokan atau populasi yang dikatakan oleh beberapa pihak ternyata kurang mampu memenuhi pasar ekspor yang membutuhkan kontinyuitas dan jumlah pasokan yang memadai.

Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Suyadi, MS., IPU, selaku Dekan Universitas Brawijaya Malang mengatakan, populasi ternak domba kambing harus terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Memang kalau untuk memenuhi pasar dalam negeri, sudah cukup. Kebutuhan ekspor itu memiliki standar di antaranya kuota, jaminan berat badan, umur, dan kontinyuitas.

“Ini semua harus dipenuhi,” tegas Suyadi yang turut menjadi moderator dalam kegiatan sarasehan tersebut.

Masalah lain ialah, ukuran berat badan ternak domba kambing yang kecil dan menyebar di sejumlah wilayah. Ini tentunya menjadi problem tersendiri dalam mengumpulkan ternak sebelum diekspor. 

“Peternak domba kambing skala rakyat mencapai 95 persen, sementara yang industry hanya 5 persen. Solusinya ialah, peternak rakyat ini diharapkan dapat berkelompok untuk dapat melakukan ekspor,” terang Suyadi.

Sementara itu, Ketua PB ISPI, Ir. Didiek Purwanto mengatakan, kondisi geografis Indonesia lebih baik daripada Australia. Di Negara Australia, tanah tandus dan kering, sementara Indonesia subur dan memiliki iklim yang mendukung untuk tanaman pakan ternak dan budidaya domba kambing. Seharusnya, Indonesia bisa menjadi Negara eksportir domba kambing.

Harun Alrasyid, Direktur Operasional PT ICB mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan PO (Purchase Order/surat penawaran) dari beberapa Negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Bahrain, dan beberapa Negara timur tengah lainnya untuk memenuhi pasokan domba kambing. 

“Tidak hanya permintaan pasar dalam bentuk hidup, melainkan juga dalam bentuk karkas, kami tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan itu sendiri, dibutuhkan kerjasama semua pihak. Terutama pemerintah dan peternak rakyat dalam memenuhi kebutuhan. Diharapkan pula, pemerintah dapat menjembatani membangun RPH untuk domba kambing berskala internasional,” pinta Harun. 

IT & Media ISPI

Artikel Lainnya

  • Mei 06, 2019

    Pasar Ekspor DOKA Terbuka Luas

    Kasus kematian ini menjadi catatan merah bagi Negara Australia yang terkenal perduli akan animal welfare. Dengan berhentinya Negara Australia menjadi eksportir domba kambing, menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan supplier domba kambing ke beberapa Negara. ...

  • Apr 24, 2019

    Loker PT Sumber Unggas Indonesia

    Lowongan Kerja sebagai Product Development PT Sumber Unggas Indonesia ...

  • Apr 24, 2019

    Keputusan Rapat Koordinasi Perunggasan

    Keputusan rapat koordinasi perunggasan dilaksanakan di Hotel Margocity Depok Jawa Barat pada tanggal 23 April 2019. ...

  • Apr 24, 2019

    Ekspor Domba 2018: Sebuah Catatan untuk Pemerintahan ke Depan

    Keberhasilan Jawa Timur melakukan ekspor domba ke Malaysia dengan pengiriman perdana Agustus 2018 telah membuka mata semua stakeholder di Indonesia. Bahwa potensi dan peluang dalam peternakan domba kambing (doka) di Indonesia dalam titik yang paling cerah.  ...

  • Apr 05, 2019

    Revisi Grand Desain Sapi Potong

    Pemerintah bercita-cita bahwa di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dimana komoditi sapi potong akan menjadi lumbung pangan Asia di tahun yang sama. Pernyataan perencanaan ini tertuang dalam Grand Desain Pengembangan Sapi Potong dan Kerbau 2045, yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Dalam grand desaintersebut, disebutkan target-target dan asumsi-asumsi yang harus dipenuhinya. Pasalnya, jika asumsinya tidak dipenuhi maka dengan sendirinya progam tersebut tidak mungkin akan dijalankan.  ...