ISPI Bentuk Panitia Peduli Erupsi Merapi

Aktivitas Gunung Merapi yang semakin meningkat membuat warga dan ternak besar mulai dievakuasi demi menghindari jatuhnya korban. Dampak erupsi Merapi dapat merusak sarana prasarana umum, rumah penduduk, dan kandang-kandang tempat ternak dipelihara.

Situasi bencana juga menyulitkan dalam mendapatkan pakan konsentrat, vitamin, dan obat-obatan di mana bahan tersebut memang digunakan untuk kelangsungan hidup hewan ternak. Abu vulkanik yang menutupi hijauan pakan ternak (HPT) juga membuat hijauan pakan menjadi tidak layak untuk dimakan oleh hewan ternak di lokasi terdampak.

Sebagai upaya tanggap darurat untuk penyelamatan ternak, Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) bersama Pengurus Cabang ISPI Jateng I, ISPI Solo Raya dan ISPI DIY segera berkoordinasi membentuk kepanitiaan dalam merespons erupsi Merapi melalui aplikasi Zoom, Kamis (12/11).

Ketua Umum PB ISPI, Didiek Purwanto menyampaikan bahwa dalam kondisi darurat seperti saat ini, maka langkah cepat untuk membentuk panitia harus segera dilakukan untuk memudahkan langkah kerja yang akan dilakukan di lokasi terdampak erupsi.
“Kami sangat mengapresiasi teman-teman pengurus cabang yang sangat responsif terhadap keadaan sekitar dan sudah langsung terjun membantu mengevakuasi ternak milik warga,” ujarnya.

Dalam rapat melalui daring tersebut, terbentuk kepanitiaan “ISPI Peduli Erupsi Merapi” yakni Ketua : Panjono; Sekretaris : Rahayu; Bendahara : Seno, Korlap Sleman : Andromeda Sindoro, Korlap Klaten : Sinung Warsita dan Korlap Magelang : Zakia Ulfah.

Andromeda Sindoro selaku Koordinator Lapangan untuk wilayah terdampak Sleman, dalam laporan evakuasi ternak, menyebutkan bahwa daerah terdampak yang berada di Sleman yakni Kecamatan Cangkringan, Desa Glagaharjo dan Kalitirto Lor, sedangkan untuk daerah potensi terdampak yaitu Desa Kalitirto Kidul dan Serunen.

Sementara itu untuk jumlah ternak ruminansia besar yang ada di daerah tersebut berjumlah 294 ekor sapi terdiri dari 200 ekor sapi potong dan 94 ekor sapi perah. Dari angka tersebut, yang sudah terevakuasi sebanyak 33 sapi perah dan 16 sapi potong.
Masih menurut Andro, kebutuhan untuk ternak yang paling mendesak untuk segera diadakan antara lain pakan konsentrat, mineral, air serta cadangan pakan hijauan.

“Tanggap darurat sampai akhir bulan November 2020, jadi masih ada 19 hari yang perlu kita siapkan untuk mencukupi kebutuhan ternak-ternak yang sudah dievakuasi,” imbuhnya.
Selain Yogyakarta, berdasarkan peta lokasi terdampak Provinsi Jawa Tengah, ada 12 kecamatan di Kabupaten Boyolali, Magelang dan Klaten yang berpotensi terdampak erupsi Merapi.

Oleh karena itu, ISPI juga akan membuka donasi yang nantinya digunakan untuk membeli kebutuhan ternak yang dievakuasi seperti pakan, air dan mineral. Nomor rekening donasi akan diumumkan kemudian. (FD)
Narahubung :
Panjono : 0813 2802 2087

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *