Prof. Yuny Erwanto, Fokus Pada Industri Halal Dengan Puluhan Publikasi Internasional

YOGYAKARTA, ISPINews. Institute for Halal Industry & System (IHIS) adalah salah satu Pusat Unggulan IPTEK di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah menghasilkan puluhan publikasi ilmiah, baik jurnal, seminar maupun buku terkait dengan Auntentikasi Halal pada produk makanan, farmasi dan kesehatan. Hasil karya ini, tentu tidak lepas oleh peran Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., MP., PhD, IPM., sebagai ketua IHIS, yang juga dosen dan Ketua Program Studi Doktor Fakultas Peternakan UGM.

Prof. Yuny adalah alumni S1 dan S2 Fakultas Peternakan UGM. Selanjutnya, ia menyelesaikan S3 selama kurang dari 3 tahun, di United Graduated School Kagoshima University Jepang. Ketertarikannya pada bidang industri halal sudah dimulai ketika melakukan penelitian terkait dengan pemalsuan daging dan produk daging pada tahun 2007. Ia menggunakan berbagai metode, khususnya pada metode berdasarkan teknologi DNA.

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya pada bidang teknologi hasil ternak maupun industri halal, Prof. Yuny sudah menghasilkan lebih dari 50 artikel ilmiah, yang diterbitkan oleh penerbit bereputasi internasional. Jika termasuk publikasi lainnya, sudah ada ratusan artikel yang dipublikasikan.

Pengetahuan Prof. Yuny tidak hanya dibagikan dalam bentuk naskah akademik saja, tetapi juga dalam bentuk pembinaan masyarakat. Ia aktif dalam membina masyarakat peternak, khususnya peternakan ayam kampung di berbagai kelompok ternak di Yogyakarta dan sekitarnya. Super Farm adalah payung usaha bersama dalam bentuk social entrepreneurship bersama masyarakat, yang telah mendekatkan antara end user rumah makan dan konsumen lain, dengan peternak.

Dalam sebuah kesempatan lain, mantan Sekretaris Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM ini mengaku, aktivitas di luar kampus yang paling disukai adalah bergaul dengan peternak, petani dan masyarakat, serta menyelami kehidupan berbagai individu atau kelompok masyarakat.

Peran keluarga dalam menunjang kesuksesannya, hingga kini sangat dirasakan. Keluarga adalah tempat dimana kita merasa nyaman, saling memotivasi dan saling membantu. Keluarga, juga menjadi tempat  berdiskusi dan berlatih mendewasakan diri.

Saat ditanya ISPI News, siapa orang yang paling berperan membantu dan membentuk karakter, hingga sukses seperti sekarang? Dengan tegas, Prof. Yuni menjawab Ibu. Mulusnya perjalanan karir, sebenarnya adalah karakter dirinya yang ditempa keadaan sejak kecil karena harus hidup pas-pasan. Ibu selalu berusaha dan bekerja, bahkan bertahun-tahun kerja sebagai pelayan toko dan berjualan es keliling, yang hasilnya, dibelikan buku dan sebagian biaya pendidikan. “Keadaan menuntut kita untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan kita”, ujarnya.

Baca juga: Kemeriahan Sambut Pemilihan Dekan Fakultas Peternakan UGM 2021

Bila dipercaya menjadi Dekan Fakultas Peternakan UGM, program unggulan yang ingin dikembangkan, adalah meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak dengan Fakultas Peternakan UGM serta mencetak sumber daya manusia unggul di bidang peternakan untuk Indonesia yang lebih baik, melalui program kurikulum merdeka yang fleksibel bekerja sama dengan industry dan masyarakat. Mengembangkan kerja sama penelitian berbasis keunggulan ternak tropik sehingga dihasilkan bibit-bibit unggul yang sesuai dengan iklim Indonesia. Menguatkan profesi sarjana dan insinyur peternakan, baik secara kurikulum maupun keprofesian di lapangan dan akan mengajak seluruh komponen sarjana peternakan Indonesia, untuk bekerjasama memperjuangkan direkognisinya profesi insinyur dan sarjana peternakan  beserta turunannnya, melalui revisi Undang-Undang atau peraturan lainnya. Mengembangkan usaha bersama antara perusahaan, komunitas dan kelompok atau koperasi ternak, sehingga terjadi struktur industri peternakan yang semakin seimbang diantara pelaku usaha di bidang peternakan. Memperkuat posisi peternakan sebagai penopang kebutuhan pangan asal ternak yang sangat berjasa bagi penyediaan pangan yang berkualitas, melalui penguatan koperasi tani ternak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *